Kaleidoskop 2018

Dalam hitungan hari, 2018 akan beranjak. Sudah ngapain aja?

Sebelum menghirup hangatnya 2019, ayoklah tengok bentar apa-apa aja yang telah dilalui selama (hampir) 12 bulan di 2018.

Mission failed 1 : Galfok (gagal fokus) parah

Kok bisa? Enggak tau kenapa ya, tahun 2018 ini kok aku berasa ngambang banget. Gaje pokonya. Serba GAk JElas. Ya nggak jelas pengennya apa. Nggak jelas targetnya apa. Nggak jelas jalur mana yang mau dipilih. Selalu bertanya “Bener nggak sih ini yang aku pengen? Bener nggak sih ini keputusan yang diambil? Dan berlanjut ke Aku harus gimana?” Pertanyaan-pertanyaan itu terus yang muncul tiap harinya.

Setelah ditelusuri, dipikir-pikir, ditimbang-timbang, itu semua karena kesalahan bikin resolusi 2018.

Apa sih resolusiku di 2018? Baca ini ya : Resolusi 2018

Gimana? Udah baca? Hahahaha

Ya. Terlalu umum. Tidak detail sama sekali. Bener kalau jadi bingung. Harusnya tu kalau buat resolusi harus jelas. Misal resolusi 2019 : punya kios sendiri, nerbitin 1 buku di penerbit mayor, kirim minimal 50 artikel ke media online, tidak bolong sholat dhuha, bisa sodaqoh 5 juta per bulan (aamiin).  Itu contohnya, Jadi harus jelas dan terukur. Jangan yang terlalu umum. Misal resolusi 2019 : menjadi pribadi yang lebih baik lagi. Lhah, ini sulit diukurnya karena indikatornya nggak jelas. Pribadi yang lebih baik maksudnya yang seperti apa gitu.

Mission Failed 2 : Kurang Effort

Sebenarnya banyak kesempatan di depan mata, tapi terlewat begitu saja karena tidak optimal effortnya. Apa itu? Udah berkesempatan terdaftar menjadi kontributor di UC News dan IDN Times, tapi ya gitu males-malesan kirim artikel.  Lha gimana mau kirim, nulis aja enggak. Lha gimana mau nulis, tiap kali buka laptop Dirga ngintilin. Lha gimana mau nulis, kalau udah capek kerja, masak, main sama Dirga. Duh Marimar! Banyak nian yang kau jadikan kambing hitam! Bilang ja MALES. Lebih enak tydur, slonjor-slonjor manja nonton tv sama scrolling sosmed. ckckckck

Mission Failed 3 : Tergulung Gelombang Informasi

Maksudnya? Mayak aku tu Mak. Maunya semua-muanya diperdalam. Tentang parenting, tentang dunia kepenulisan, tentang bisnis, tentang keuangan, tentang psikologi, dsb dsb. Jadi di 2018 ini banyak banget kelas (online) yang aku ikuti. Apa aja?

  1. Kelas Menulis Cerita Anak
  2. Kelas Reparasi Bisnis
  3. Kelas Menulis Antalogi tentang Istri
  4. Kelas Graphobusiness
  5. Kelas Bengkel Diri
  6. Kelas Montessori
  7. Private Menulis Buku Non Fiksi
  8. Kelas Remedial Matrikulasi Institute Ibu Profesional
  9. Kelas Berbisnis Tulisan
  10. Sekolah Perempuan Mini
  11. Kulwap-kulwap  yang saking banyaknya sampai lupa apa aja.

Itu baru kelas online yang aku ikuti. Belum buku-buku yang aku beli. Mulai dari buku tentang parenting, manajemen keuangan, manajemen waktu, pengembangan diri, keagamaan. Saking banyaknya sampe banyak pula yang belum kebaca.

Terus dengan banyak kelas yang diikuti dan banyak buku yang dibeli jadi pinter donk sekarang?

ENGGAAAAKKK….

Pinter enggak. Liyer Iya. Mabok informasi malahan. Jadinya nggak ada yang nyantol. Semua berlalu begitu aja. Hari ini ikut kelas besok lupa, karena belum sempat praktek udah kesusul belajar di kelas yang lain.  Buku juga gitu. Baca-baca doank. Belum diresapi, belum diterapkan udah lupa isinya karena sudah ditarget segera menyelesaikan baca buku lainnya.

Jadi semua seperti sia-sia. Kusedih jadinya. Lain kali yang fokus ya Marimar!

Ingat! Kemampuan manusia tu terbatas, loyo lah otaknya kalau dipaksa dijejel-jejelin macam itu. Harusnya satu demi satu. Misal tahun ini fokus perdalam ilmu bisnis, tahun depan fokus perdalam manajemen keuangan, tahun depannya lagi fokus perdalam tentang kepenulisan. Jangan semua dilahap dalam satu waktu. Kecuali otaknya seencer Einstein.

Nah tadi udah yang failed-failed yang ditulis. Sekarang giliran yang nice-nice.

Menyelesaikan studi S2

Alhamdulillah, akhirnya setelah mangkrak cukup lama, lulus juga studi paska sarjananya.

Woi woi……………………..itu yang wisuda bukan kamu Marimar! Hahahahaha….. Iya. Yang aku maksud selesai kuliah bukan aku, tapi suami. WkwkwkAku semoga nyusul tahun 2019 lah. Nabung dulu buat perpanjangan semester lagi. Huhuhuhu

Terus Pencapaianmu Apa Marimar?

Apa ya? Ku bingung nulisnya. Karena tidak ada yang mau ditulis. Kayaknya lempeng-lempeng aja ni 2018. Tidak ada something big yang bisa diceritakan.

Ya intinya 2018 ini adalah tahun yang harus disyukuri. Diberi kesehatan kebahagian bersama orang-orang terdekat terutama suami dan anak. Bersyukur punya Mas Gal, suami tersayang yang selalu berusaha menyenangkanku. (Teruntuk Mas Gal…Plis kalo kamu baca ini nggak usah senyam senyum sendiri apalagi terharu. Haha) Juga semakin bersyukur dititipi Dirga, anakku yang MasyaAllah Tabarakallah sedang lucu-lucunya. Jadi anak sholeh ya Nak.

Di 2018 bersama mereka berdua, ada tawa dan tangis pastinya. Tapi itu semua merupakan suatu bentuk proses. Proses adaptasi, proses saling mengenal lebih jauh, baik ke mas Gal ataupun Dirga. Tak kenal maka tak sayang. Jadi semakin kenal semakin sayang, bukan begitu?

Begitulah 2018 ku. Bagaimana 2018 mu?

Semoga yang baik di 2018 bisa berlanjut di 2019, yang tidak/kurang baik di 2018 ditinggal aja jangan dibawa ke 2019.

Selamat menunggu liburan kloter kedua. Belum habis kan uang sakunya? Haha

 

1 comments
3 likes
Prev post: 4 Tema Blog Favorit, Apa Saja?Next post: Bismillah, Nafas Baru

Comments

  • Edina

    January 1, 2019 at 9:27 pm
    Reply

    Resolusi emang harus ngerucut sih mbak. Biar nggak bingung tentang arah dan tujuan. Cieileh. Semisal ditanya mau liburan kemana aja? Ke jogja. Plis jogja itu […] Read MoreResolusi emang harus ngerucut sih mbak. Biar nggak bingung tentang arah dan tujuan. Cieileh. Semisal ditanya mau liburan kemana aja? Ke jogja. Plis jogja itu luas. Bisa kan ngasih contoh ke borobudur, prambanan, kebun buah mangunan. Aseeeliii itu mah mabok informasi, emang banyak tau juga bagus. Tapi nggak semuanya dimakan. Pening rasanya kalo kebanyakan asupan informasi. Pilih 3 yang prioritas aja mbak. Semangat mbak. Read Less

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *