Di kemanakan THR mu?


Yang THR nya sudah di depan mata...mana suaranya? hehehe

Yep, mau karyawan, mau pekerja kantoran, mau buruh pabrik, mau pegawai yunior yang gajinya pas-pasan,  ataupun pegawai senior yang gajinya udah setengah langit atau selangit...yang namanya THR pasti tetap ditunggu-tunggu. 

Hm, kira-kira untuk apa saja nih THR nya? Untuk belanja baju lebaran? Untuk traktir ponakan-ponakan? Untuk liburan?  Untuk apapun itu yang penting gunakan dengan bijak. Dan ingat, seberapapun itu, mau besar mau kecil jangan sampai habis tak membekas menjelang lebaran saja ya..karena hidup tidak berhenti di lebaran ini saja, masih ada kehidupan setelah lebaran.

Sekedar cerita ni...dari tahun ke tahun THR yang aku peroleh selalu habis tak bersisa. Kebanyakan sih karena khilaf liat diskon. Hehe...Jangan ditiru yaa...

Nah, karena sekarang sudah ada si uprit tersayang maka keuangan harus serba tertata, jangan sampai mawut.

Setelah baca-baca beberapa artikel dan buku tentang finansial, rumus 334 lah yang paling sreg buatku. Apa itu 334?

Rumus ini dicetuskan oleh Hari penulis buku WealthFlow 19. 334 ini artinya 30% untuk menyelesaikan kewajiban alias utang-utang, 30% untuk tabungan atau investasi, dan sisanya 40% baru digunakan untu pemuas keinginan.

 

Oh ya...sebelum dihitung 334 nya...terlebih dulu diisihkan untuk sedekah ya. Jangan lupa 2,5% nya. 

Nah kalau sudah disisihkan untuk sedekah, baru deh ambil 30% nya untuk membayar hutang. Lah...utangku kan gedhe, mana cukup 30% dari THR untuk menutupnya? Gini ya...emang nggak bisa langsung untuk melunasi hutang-hutangmu, tapi paling tidak MENGURANGI atau MEMPERCEPAT lunasnya hutangmu.

Setelah itu sisihkan lagi 30% untuk ditabung atau diinvestasikan (bisa deposito, emas, reksadana, saham, dll). Kalau memilih untuk diinvestasikan, pastikan kamu benar-benar paham investasi yang kamu pilih. cari tahu dan pelajari dulu ya. Jangan pilih invesstasi bodong. Kalau masih buta tentang investasi, amannya ya ditabung dulu aja deh. Jadi akan ada 'jejak yang tertinggal' dari THR tahun ke tahunnya.

Kemudian sisa yang 40% ini baru digunakan untuk kebutuhan lain-lain. Beli baju baru, kasih angpao untuk ponakan-ponakan, liburan, dan apalah-apalah. 

Setelah dihitung-hitung pasti deh ada yang bilang "Yah...mana cukup 40% THR buat beli baju, kasih angpao, dll....secara ya THR yang diperoleh nggak seberapa." Tetep usahakan hanya 40% yang keluar untuk pengeluaran hore-hore tadi ya. Kenapa? Karena kalau menuruti keinginan sih uang seberapa banyak pun pasti kurang. Kalau memang cukupnya hanya untuk beli jilbab seharga 25 ribuan ya beli yang 25 ribuan, jangan beli yang 100 ribuan. Kalau cukupnya kasih angpao ke ponakan cuma 10 ribuan ya nggak papa, nggak usah gengsi. Ingat ya...pengeluaran di hari raya ini jangan sampai lebih besar pasak daripada tiang. Esensi hari raya Idul Fitri ini adalah untuk merayakan kemenangan melawan hawa nafsu selama sebulan puasa Ramadhan, jangan sampai malah hari kemenangan ini menyisakan kepahitan di dompet ya. 

 







Pengunjung hari ini : 1
Total pengunjung : 1963

Hits hari ini : 5
Total Hits : 3104

Pengunjung Online: 1